Peta Potensi Penanaman Modal Kota Sukabumi Tahun 2025
17 Juni 2026, 05:08, admin
Unduh Peta Potensi Penanaman Modal Kota Sukabumi Tahun 2025
Ringkasan Eksekutif
(Executive Summary)
Pembangunan ekonomi Kota Sukabumi memiliki peranan strategis dalam memperkuat struktur ekonomi regional Jawa Barat bagian selatan. Dengan luas wilayah sekitar 48,33 km² dan posisi geografis yang strategis di jalur penghubung Bogor-Cianjur dan Bandung, Kota Sukabumi berkembang sebagai pusat kegiatan jasa, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Dalam kurun waktu 2019 hingga 2024, perekonomian Kota Sukabumi menunjukkan tren pertumbuhan yang positif meskipun sempat tertekan oleh dampak pandemi COVID-19. Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan bahwa sektor perdagangan besar dan eceran, jasa pendidikan, serta jasa kesehatan menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi, sekaligus mencerminkan transformasi menuju sektor tersier yang semakin dominan.
Kajian potensi dan arah kebijakan investasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor unggulan daerah, merumuskan strategi pengembangan investasi yang selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa Kota Sukabumi memiliki kekuatan berupa posisi geografis strategis, dukungan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, serta komitmen pemerintah daerah terhadap integrasi kebijakan pembangunan. Namun demikian, masih terdapat kelemahan seperti keterbatasan lahan, ketergantungan pada sektor jasa, serta rendahnya produktivitas tenaga kerja di sektor informal. Di sisi lain, peluang besar muncul melalui pengembangan infrastruktur regional seperti Tol Bocimi, Jalur Ganda Kereta Api, serta potensi ekonomi kreatif dan digitalisasi usaha. Adapun tantangan yang perlu diantisipasi meliputi persaingan antar daerah, urbanisasi yang cepat, serta ketimpangan kemampuan adaptasi terhadap teknologi.
Keterkaitan antar sektor ekonomi di Kota Sukabumi menunjukkan hubungan sinergis antara sektor perdagangan, pendidikan, dan kesehatan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang
baik secara langsung mendorong efisiensi dan produktivitas sektor perdagangan dan jasa. Integrasi ketiga sektor ini memperkuat posisi Kota Sukabumi sebagai kota jasa dan perdagangan berbasis pengetahuan, yang memiliki potensi besar untuk menarik investasi dan memperluas kesempatan kerja.
Berdasarkan pemetaan potensi investasi, terdapat lima sektor utama yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut, yaitu (1) sektor perdagangan dan jasa, (2) pendidikan dan vokasi, (3) kesehatan dan kesejahteraan sosial, (4) pariwisata dan
ekonomi kreatif, (5) pertanian perkotaan dan ketahanan pangan. Setiap kecamatan di Kota Sukabumi memiliki keunggulan tersendiri: Kecamatan Cikole, Citamiang, dan Warudoyong berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa; Kecamatan
Lembursitu dan Cibeureum berfokus pada pendidikan dan agrowisata; sedangkan Kecamatan Gunungpuyuh dan Baros memiliki potensi di bidang kesehatan dan industri rumah tangga.
Arah kebijakan investasi Kota Sukabumi difokuskan pada penguatan iklim investasi yang kondusif, pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur
ekonomi, serta penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Strategi ini juga mencakup sinkronisasi antara RPJPD dan RTRW untuk memastikan bahwa pengembangan ekonomi daerah berjalan selaras dengan daya dukung ruang dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai langkah implementatif, direkomendasikan pembentukan Sukabumi Investment Promotion Center (SIPC) sebagai lembaga promosi dan koordinasi investasi daerah, pengembangan sistem informasi investasi berbasis digital,
peningkatan kerja sama antar wilayah, serta pemberdayaan UMKM melalui kemitraan strategis dengan pelaku usaha besar. Selain itu, penerapan insentif fiskal dan nonfiskal bagi investor ramah lingkungan, serta penguatan kolaborasi antara
pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan komunitas (model quadruple helix) menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan investasi daerah.
Secara keseluruhan, Kota Sukabumi memiliki prospek ekonomi yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kota jasa, perdagangan, pendidikan, dan kesehatan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan pengelolaan investasi yang terencana, terintegrasi, dan inklusif, Kota Sukabumi berpeluang memperkuat peranannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi regional yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan pembangunan yang berkeadilan di masa mendatang.
BERITA TERBARU